Bahan-bahan: 1 ekor ayam dipotong 16 bagian 2 batang serai di memarkan 6 buah bawang merah di rajang 1 lembar daun pandan 5 lembar daun jeruk 50 ml air 1 buah jeruk nipis 12 buah cabai merah 10 buah cabai rawit merah 7 siung bawang putih 4 cm jahe
Bahan: 1 ekor ayam, potong menjadi 8 bagian 2 sdm air jeruk nipis 1 sdt garam 75 ml minyak sayur 100 ml air
Bumbu, haluskan: 150 g cabai merah 10 buah cabai rawit merah kecil 8 butir bawang merah 4 siung bawang putih 1 cm jahe 200 g tomat merah ½ sdt terasi goreng 1 sdt garam
Bahan: 1 ekor ayam 50 g gula Jawa, sisir halus 1 sdm air asam Jawa kental 2,5 liter air kelapa 5 lembar daun salam 4 cm lengkuas, memarkan minyak goreng
Bahan: 300 g daging ayam tanpa tulang dan kulit
minyak goreng Bumbu perendam, aduk rata: 2 sdm saus tiram 1 sdt kecap manis 1 sdm kecap asin 1 sdt bawang putih parut 1 sdt bawang merah parut 1 sdm saus cabai botolan ½ sdt merica bubuk ½ sdt garam
Lapisan, aduk rata: 100 g tepung kanji 1 sdm tepung maizena ½ sdt merica bubuk ½ sdt garam
Pelengkap: Daun selada bokor, iris kasar
Wortel, serut tipis memanjang Daun krisan, petiki
Bahan: 3 sdm minyak sayur 1 batang serai, memarkan 3 lembar daun jeruk purut 1 ekor ayam buras, buang cakarnya, 1 liter santan encer 500 ml santan kental 1 sdm air asam Jawa Haluskan: 6 buah cabai merah besar 10 butir bawang merah 3 siung bawang putih 4 butir kemiri 4 cm kunyit 2 sdt ketumbar 2 cm jahe 1 cm lengkuas 1 sdt gula pasir 2 sdt garam
Bahan: ½ ekor ayam kampung, potong 6 bagian 1 sdm jeruk nipis Kuah: 1 sdm minyak sayur 2 siung bawang putih, cincang halus ½ cm jahe, cincang halus 1 liter air 100 g sawi putih, iris kasar 100 g sawi hijau, iris kasar 50 g suun kering, rendam hingga lunak, tiriskan, iris kasar ½ sdt merica bubuk 2 sdt garam
Bahan: 1 ekor (1,1 kg) ayam negeri, potong 8 –10 bagian 1 sdm minyak sayur
Perendam: 2 sdm kecap asin 1 sdm kecap manis 1 sdm saus tiram 2 sdt jahe parut 2 sdt ang ciu/arak masak ½ sdt minyak wijen 3 sdm madu 1 sdm minyak wijen ½ sdt merica bubuk
Bahan: 1 ekor ayam negeri, buang kepala dan cakarnya 2 sdm margarin
Bumbu: 4 sdm kecap manis 2 sdt bawang putih parut 2 sdt bawang merah parut 2 sdm cabai merah, tumbuk halus 1 sdt jahe parut ½ sdt merica bubuk 1 sdm air jeruk limau
Cara membuat: 1. Bumbu: Campur semua bahan menjadi satu hingga rata. Lumuri ayam (bagian dalam perut dan luarnya) dengan bumbu. Diamkan selama 1 jam agar meresap. 2. Tusuk dengan tusukan besi yang ada dalam oven gas. Panggang/grill dalam oven selama 1 jam sambil sekali-sekali olesi dengan margarine sampai ayam lunak dan kulitnya kering. Angkat. Sajikan hangat.
Bahan:
3 sdm minyak sayur
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
1 sdt asam Jawa
1 ekor ayam buras yang muda, potong 4 bagian
500 ml santan dari 1 butir kelapa parut
Haluskan:
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
5 butir kemiri
1 sdm ketumbar, sangrai
1 sdt merica butiran
1 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 cm jahe
20 g gula Jawa
2 sdt garam
Dengan sedikit tambahan kulit jeruk parut dan air jeruk, rasa ayam panggang ini lebih segar dan unik. Rasanya makin sedap jika dipanggang di atas bara api arang. Sajikan selagi hangat dengan salad sayuran atau nasi putih.
Bahan: 2 buah dada ayam Bumbu, aduk rata: 1 sdm minyak sayur 2 sdm madu 1 siung bawang putih, parut 1 sdm kecap manis 1 sdt kulit jeruk manis parut 1 sdm air jeruk manis
Bahan:
1 ekor ayam negeri/buras, potong 4 bagian
1 sdm air jeruk nipis
500 ml air kelapa
500 ml air
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk purut
1 batang serai, ambil bagian yang putih, memarkan
Haluskan:
5 siung bawang putih
2 butir bawang merah
2 butir kemiri, sangrai
1 cm kunyit
1 cm jahe
½ sdt merica butiran
½ sdt ketumbar, sangrai
½ sdt terasi goreng
1 sdt garam
Bahan
Ayam 1 ekor , potong sesuai selera
air secukupnya
kecap manis
Garam
Royco
Mentega ( untuk membakar )
Bumbu yang dihaluskan :
Bawang merah 5 siung
Bawang putih 3 siung
jahe 1 cm
kunyit 2 cm
Laos 5 cm ( geprek atau di iris tipis)
Lengkuas 3 biji
Kemiri 5 biji
Daun jeruk 3 lembar
Daun salam 3 lembar
Bahan :
1 ekor ayam buras, buang kepala dan kakinya
500 ml santan
2 lembar daun salam
1 tangkai serai, dimemarkan
Bumbu halus :
8 siung bawang putih
4 butir bawang merah
4 butir kemiri
1/2 sendok makan ketumbar
1 sendok teh garam
SAMBAL :
5 butir bawang merah
6 buah cabai merah
2 buah cabai merah
1 potong terasi
1 buah tomat
30 gram gula merah
garam secukupnya
minyak bekas menggoreng ayam secukupnya
Bahan: 1 ekor ayam buras yang gemuk, potong 4 bagian 2 sdm air jeruk nipis 1 sdt bawang putih 500 ml air kelapa 50 g gula Jawa, sisir 2 sdm kecap manis 1 lembar daun salam minyak goreng
Bumbu, haluskan: 8 butir bawang merah 4 siung bawang putih 1 cm lengkuas ½ sdt merica butiran 1 sdt garam
Bahan:
1 ekor ayam, potong 8-10 bagian
2 siung bawang putih, parut
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
minyak goreng secukupnya
75 g mentega
50 g bawang Bombay, cincang
4 siung bawang putih, cincang
2 cm jahe, cincang
1 sdm kecap asin
1 sdm kecap manis
½ sdt merica bubuk
2 batang daun bawang, potong 2 cm
2 buah jeruk limau, belah dua
Cara membuat:
1. Cuci ayam, tiriskan. Lumuri ayam dengan bawang putih, merica, dan garam hingga rata. Diamkan selama 1 jam.
2. Panaskan minyak banyak di atas api sedang. Goreng potongan ayam hingga kuning kecokelatan dan matang. Tiriskan.
3. Panaskan mentega hingga leleh. Tumis bawang Bombay, bawang putih, dan jahe hingga harum.
4. Masukkan ayam, kecap asin, kecap manis, dan merica. Aduk hingga rata.
5. Tambahkan daun bawang, aduk hingga layu. Angkat.
6. Perciki air jeruk limau. Sajikan hangat.
1 bolu gulung seberat 400 gr,iris
Adonan isi:
350 gr Stroberi segar, haluskan
100 gr gula pasir
150 ml susu cair
1 bungkus agar-agar bubuk warna putih
500 ml krim kental, kocok
10 gr gelatin larutkan dengan 50 ml air hangat
Pelengkap : Stroberi segar
200 gr biskuit
100 gr mentega tawar, lelehkan
Adonan isi:
250 gr cream cheese
100 gr gula bubuk
2 butir telur
10 gr gelatin, aduk dengan air panas 50 ml
500 ml krim kental, kocok
1 sdm parutan kulit jeruk lemon
Pelengkap : 1 kaleng Blueberry
1 Bungkus lapis legit berat 265 gr, iris Adonan Isi : 2 Buah mangga harummanis, haluskan 100 gr gula pasir 250 ml susu cair 1 bungkus agar-agar bubuk warna putih 500 ml krim kental, kocok 10 gr gelatin larutkan dengan 50 ml air hangat Hiasan : Strawberry segar
Cara membuat :
1. Siapkan loyang bongkar pasang ukuran 22 cm, sisihkan 2. Tata irisan lapis legit di dasar dan pinggiran loyang 3. Adonan isi : mangga yang telah dihaluskan campur dengan gula pasir,Susu cair dan agar-agar, aduk rata dan didihkan, angkat dan dinginkan. 4. Krim kental kocok hingga mengambang kaku, campurkan ke dalam adonan mangga. 5. Gelatin larutkan dengan air hangat dan tuangkan kedalam adonan mangga, aduk rata. 6. Tuangkan adonan isi kedalam loyang dan simpan dalam lemari pendingin selama 3 jam hingga mengeras. 7. Hias menurut selera dan sajikan.
1. Panaskanoven dengan temperatur 180 derajat Celcius, siapkan loyang bentuk loaf, 2 buah, ukuran 21 cm x 9,5 cm x 6,5 cm, olesi dengan margarin dan taburi tepung terigu, sisihkan. 2. Haluskan pisang ambon, tambahkan air jeruk nipis, aduk rata, agar tidak cepat berubah warna. 3. Kocok margarin bersama gula palem dan gula pasir hingga mengembang dan lembut, masukkan telur satu persatu sambil terus dikocok hingga mengembang. 4. Masukkan tepung terigu, baking powder, soda ku dan bumbu spekuk, aduk rata tambahkan pisang yang telah dihaluskan, aduk rata dan tuangkan kedalam loyang. 5. Panggang selama 45 menit, hingga matang, angkat. 6. Sajikan sebagai teman minum teh atau kopi.
1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat celcius, siapkan loyang bentuk cincin ukuran 20 cm olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu, sisihkan. 2. Kocok mentega atau margarine dengan gula hingga lembut, masukkan telur dan kocok kembali hingga rata. 3. Masukkan tepung terigu dan susu cair, aduk rata, tambahkan kismis, nenas dan vanili bubuk rata. 4. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 30 menit hingga matang, angkat dan dinginkan. 5. Olesan : kocok putih telur, masukkan gula bubuk sedikit-sedikit hingga mengembang dan kaku tambahkan air jeruk nipis dan oleskan ke permukaan kue, diamkan sebentar hingga mengeras dan potong menurut selera.
200 gram mentega atau margarine 200 gram gula pasir castor 4 kuning telur 1 sdm parutan kulit jeruk lemon 80 ml air jeruk lemon 200 ml yoghurt 250 gram tepung terigu 2 sdt baking powder 1/2 sdt soda kue 4 putih telur kocok, hingga kaku.
Olesan :
125 gram gula bubuk 1 sdm air jeruk lemon 50 ml Yoghurt
Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan temperatur 180 derajat celcius, siapkan loyang bentuk cincin ukuran 20 cm, olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu, sisihkan. 2. Kocok mentega dan gula pasir hingga lembut, masukkan telur dan kocok kembali hingga rata. 3. Masukkan parutan kulit jeruk, air jeruk, lemon, yoghurt, dan tepung terigu, aduk rata, tambahkan baking powder dan soda kue aduk rata. masukkan putih telur kocok, aduk rata. 4. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 30 menit hingga matang, angkat dan dinginkan. 5. Olesan: campur gula bubuk dengan air jeruk nipis dan yoghurt, aduk rata. oleskan kepermukaan kue dan diamkan hingga mengeras, potong-potong dan oleskan kepermukaan kue diamkan hingga mengeras, potong-potong dan sajikan.
150 gram selai kacang 150 gram cokelat pasta oles roti Hiasan : Cokelat masak lelehkan cetak bentuk daun, cokelat pasta oles roti dan cokelat bubuk.
Cara membuat :
1. Cake : panaskan oven dengan temperatur 175 derajat celcius, sipkan loyang ukuran 20 cm bentuk jantung hati, olesi dengan magarine dan taburi tepung terigu, sisihkan. 2. Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang dan kaku, masukkan tepung terigu, cokelat bubuk dan baking powder, aduk rata, masukkan margarine leleh aduk rata. 3. Tuangkan ke dalam loyang dan panggang selama 30 menit, angkat dan dinginkan 4. Olesan : Campur pasta/selai kacang dengan cokelat oles, aduk rata. Potong kue mendatar 2 bagian dan beri olesan kacang, rapatkan kembali. 5. Olesi permukaan kue dengan cokelat oles dan taburi cokelat bubuk, hias kue menurut selera dan simpan dalam lemari pendingin.
5 butir kuning telur 1 butir telur 150 gram gula pasir 50 gram tepung terigu 25 gram tepung maizena 1 sdt essens rum 1 sdm margarin, lelehkan 100 ml air kelapa 200 ml susu cair 2 butir kelapa muda kerok ambil dagingnya 3 putih telur kocok bersama 50 gram gula pasir hingga mengembang 25 gram kenari iris 50 gram kismis rendam air sebentar tiriskan
Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat Celcius. 2. Kocok kuning telur dan gula hingga larut, masukkan essens rum, tepung terigu maizena aduk rata. 3. Masukkan margarin yang telah dilelehkan, air kelapa, aduk rata. 4. Siapkan pinggan tahan panas ukuran 22 cm bentuk bulat atau loyang aluminium segiempat panjang ukuran 8 cm x 15 cm olesi dengan margarin, tata kelapa muda dalam pinggan, tuangkan adonan panggang selama 15 menit keluarkan, tambahkan putih telur yang telah dikocok ratakan taburi dengan dengan kenari dan kismis dan panggang kembali selama 30 menit. Angkat, hilangkan uap panasnya simpan dalam lemari pendingin. 5. Sajikan dingin.
1. Panaskan oven dengan temperature 175 derajat Celcius, siapkan loyang segiempat 20 cm, olesi dengan margarine, taburi tepung terigu, sisihkan. 2. Bolu : kocok telur dengan gula pasir hingga lembut dan berwarna lebih pucat. Masukkan tepung terigu, cokelat bubuk dan baking powder, aduk rata tambahkan margarine yang telah dilelehkan, aduk rata tuangkan kedalam loyang. 3. Panggan dalam oven selama 30 menit hingga matang, angkat dinginkan. 4. Setelah dingin potong mendatar menjadi 2 bagian sisihkan. 5. Vlaa : susu cair ambil sedikit untuk melarutkan maizena dan tambahkan kuning telur, aduk rata. Sisa susu cair campur dengan krim kental, gula pasir dan garam, aduk rata, tambahkan larutan maizena, aduk rata, didihkan setelah mengental, angkat. 6. Bolu taruh kembali dalam loyang, tuangkan vla dan tutup dengan potongan bolu dan dinginkan. 7. Setelah dingin balik dan taburi cokelat bubuk, hias menurut selera.
1. Bolu : Panaskan oven dengan temperatur 180 derajat Celcius, siapkan loyang bulat ukuran 20 cm, olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu, sisihkan. 2. Kocok telur dan gula pasir hingga lembut dan berwarna lebih pucat. Masukkan tepung terigu dan baking powder, aduk rata tambahkan margarine yang telah dilelehkan dan vanilli, aduk rata tuangkan ke dalam loyang. 3. Panggang selama 30 menit hingga berwarna cokelat keemasan dan matang, angkat, dinginkan. 4. Siapkan loyang bongkar pasang ukuran 22 cm, taruh kue didalamnya, sisihkan. 5. Puding : ambil susu cair sedikit untuk melarutkan maizena dan campur dengan kuning telur, aduk rata, campur sisa susu cair dengan agar-agar, gula pasir dan vanili bubuk, tambahkan campuran telur aduk rata dan didihkan, angkat setelh uap panasnya hilang campur dengan putih telur yang telah dikocok kaku, aduk rata dan tuangkan ke dalam loyang. 6. Tuangkan caramel diatasnya dan bentuk pola marmer, simpan dalam lemari pendingin. Sajikan dingin
1. Masak margarine bersama susu cair dan gula pasir, setelah mendidih masukkan tepung terigu, aduk rata dan masak hingga kalis, angkat. 2. Masukkan telur satu persatu kedalam adonan dan aduk rata, gunakan mixer, tambahkan baking powder, aduk rata. 3. Masukkan potongan pisang dan kismis kedalam adonan, aduk rata. 4. Panaskan minyak goreng, gunakan dua sendok makan membentuk adonan bulat dan goreng hingga kecoklatan, angkat. 5. Setelah dingin taburi dengan gula bubuk, cokelat leleh dan keju cheddar. 6. Sajikan segera.
15 kuning telur 6 putih telur 175 gram gula pasir halus 150 gram tepung terigu, ayak 2 sdm cokelat bubuk 1 sdm pasta cokelat 1 sdt baking powder 150 gram margarin , lelehkan Hiasan : lapis legit atau potongan cokelat masak, syrup gula, 100 gram krim bubuk kocok dengan 175 ml susu dingin, tambahkan cokelat oles secukupnya dan buah segar.
Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat Celcius, siapkan loyang oval ukuran 26 cm, olesi dengan margarin dan taburi dengan tepung terigu. 2. Kocok kuning telur, putih telur dan gula pasir hingga mengembang, masukkan tepung terigu, cokelat bubuk, pasta cokelat dan baking powder, aduk rata. Tambahkan margarin cair, aduk rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang. 3. Panggang selama 45 menit hingga matang. 4. Penyelesaian : potong kue mendatar 3 bagian, beri olesan, susun kembali dan hias seluruh permukaan kue, lapisi pinggiran kue dengan irisan lapis legit dan hias dengan buah segar. Simpan dalam lemari pendingin. 5. Potong menurut selera.
300 gr margarin 250 gr gula pasir 1 sdt vanili bubuk 10 kuning telur ayam 10 putih telur ayam, kocok hingga kaku Ayak : 300 gr tepung terigu 1 sdt baking powder Adonan cokelat : 3 sdm cokelat bubuk 1 sdt cokelat pasta Hiasan : gula bubuk dan stroberi segar
Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat Celcius siapkan loyang bentuk cincin ukuran 24 cm olesi dengan margarin dan taburi terigu, sisihkan. 2. Kocok margarin, gula dan vanili hingga mengembang. Masukkan kuning telur satu persatu, sambil kocok terus hingga mengembang. Masukkan campuran tepung terigu sedikit-sedikit sambil aduk rata. 3. Tambahkan telur putih kocok sammbil aduk rata. 4. Adonan cokelat : ambil 100 ml adonan, campur dengan cokelat bubuk dan cokelat pasta hingga rata. 5. Tuangkan setengah bagian adonan putih ke dalam loyang, ratakan. Tambahkan setengah bagian adonan cokelat, aduk dengan garpu hingga terbentuk marmer. 6. Tuangkan sisa adonan putih dan adonan cokelat, aduk kembali dengan garpu. 7. Panggang selama 45 menit hingga kecokelatan dan matang. Angkat dan dinginkan. 8. Hias dengan gula bubuk dan stroberi segar. Sajikan sebagai teman minum teh atau kopi.
1. Panaskan oven dengan temperatur 175 derajat Celcius. Siapkan loyang bulat ukuran 22 cm olesi dengan margarin dan taburi dengan tepung terigu. 2. Kocok telur, gula dan cake emulsifier, hingga mengembang masukkan tepung terigu, baking powder dan aduk rata. 3. Masukkan margarin cair, aduk rata dan tuangkan ke dalam loyang. 4. Panggang selama 30 menit hingga matang dan dinginkan. 5. Setelah dingin, olesi satu kue bagian atasnya dengan cream cheese, susun kue lainnya, olesi seluruh bagian kue dengan cream cheese dan taburi bagian atas kue dengan keju cheddar parut.
7 kuning telur 200 gram gula pasir halus 100 ml minyak selada 150 ml susu cair 200 gram tepung terigu ayak 50 gram cokelat bubuk ayak 1sdt baking powder 7 putih telur 100 gram gula pasir halus 1 sdt cream of tartar Hiasan : cokelat masak
Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan temperatur 180 derajat Celcius. Siapkan loyang chiffon bentuk cincin ukuran 24 cm, alasi dengan kertas roti dan basahi dengan air. 2. Campur kuning telur dengan gula pasir, aduk rata, masukkan minyak selada, aduk rata tambahkan susu cair aduk rata. Masukkan tepung terigu, cokelat bubuk dan baking powder, aduk rata sisihkan. 3. Kocok putih telur bersama gula pasir dan cream of tartar hingga mengembang dan kaku, masukkan ke dalam adonan telur, aduk rata. Tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 45 menit. 4. Setelah matang, angkat balik loyang atau gantungkan terbalik pada botol, setelah uap panasnya hilang kue akan terlepasdengan sendirinya, dinginkan dan hias dengan cokelat masak.
6 kuning telur 175 gram gula pasir halus 100 ml minyak selada 150 ml santan dari 1/2 butir kelapa 250 gram tepung terigu, ayak 1 sdt baking powder 1/2 sdt soda kue pasta pandan secukupnya 8 putih telur 1 sdt cream of tartare 100 gram gula pasir halus Hiasan : taburan gula bubuk dan ceri merah
Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan temperatur 180 derajat Celcius siapkan loyang chiffon bentuk cincin ukuran 22 cm, alasi dengan kertas roti dan basahi dengan air, sisihkan. 2. Aduk rata kuning telur dan gula pasir, masukkan minyak selada,santan dan tepung terigu, baking powder dan soda kue, aduk hingga menjadi adonan yang kental. Tambahkan pasta pandan aduk rata. 3. Kocok putih telur bersama cream of tartar masukkan gula pasir sedikit-sedikit sambil terus dikocok hingga mengembang dan kaku. 4. Campurkan putih telur kedalam adonan telur, aduk rata, tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 45 menit hingga matang. 5. Setelah matang, angkat, balik loyang atau gantungkan terbalik pada botol, setelah uap panasnya hilang kue akan terlepas. Setelah kue dingin taburi dengan gula bubuk dan hias dengan ceri merah.
1. Siapkan loyang bentuk cincin ukuran 600 ml, olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu, siapkan dandang yang cukup untuk ukuran loyang, panaskan. 2. Kocok telur bersama gula palem, gula pasir dan cake emulsifier, kocok hingga mengembang dan lembut. 3. Masukkan tepung terigu dan bubuk kayu manis, aduk rata, masukkan margarine cair, aduk rata, tambahkan kismis dan ceri merah hijau, aduk rata tuangkan kedalam loyang. 4. Kukus selama 30 menit hingga matang, angkat, dinginkan dan hias dengan cokelat masak. Potong-potong sajikan.
275 gram tepung self-raising 1 sdm kayu manis bubuk 100 gr gula palem 60 ml minyak selada 250 ml jus apel 1 buah apel kupas potong dadu 100 gram strawberry segar potong dadu Hiasan : strawberry segar, irisan apel dan selai strawberry
Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan temperature 180 derajat celcius, siapkan loyang bentuk cincin ukuran 1 liter. 2. Campur tepung self-raising dengan kayu manis bubuk dan gula palem, aduk rata masukkan minyak selada dan jus apel, aduk rata. 3. Tambahkan irisan apel dan strawberry, aduk rata tuangkan ke dalam loyang. 4. Panggang selama 35-40 menit, angkat dan hias dengan irisan strawberry, apel dan selai strawberry.
1. Panaskan oven dengan temperature 180 derajat celcius, siapkan loyang bentuk segiempat ukuran 22 x 15 x 7 cm olesi dengan margarine dan alasi dengan kertas roti. 2. Kocok mentega bersama gula hingga lembut, masukkan telur satu persatu sambil terus dikocok. 3. Masukkan tepung self-raising, aduk hingga rata, tambahkan apricot kering dan kacang mete. 4. Panggang selama 40-50 menit angkat dan taburi dengan irisan almond dan syrup apricot.
1. Panaskan oven dengan temperature 180 derajat celcius, siapkan loyang bentuk cincin ukuran 1 liter. 2. Campur tepung self-raising dengan gula palem, margarin dan cokelat bubuk, aduk rata, masukkan telur satu persatu dan cokelat masak, aduk rata. 3. Panggang selama 40-50 menit angkat dan hias dengan saus cokelat, koktail buah dan strawberry. 4. Untuk saus panaskan krim kental, cokelat masak dan margarin aduk rata.
125 gram margarine 200 gram gula kastor 3 butir telur 120 ml minyak jagung 275 gram tepung terigu 2 sdt soda kue 1 sdm kayu manis bubuk 75 gram kelapa parut kering 75 gram kismis 1 buah mangga harumanis matang, potong dadu taburan : almond iris
Cara membuat
1. Kocok margarine dan gula hingga lembut, masukkan telur satu per satu sambil terus dikocok hingga rata. 2. Masukkan minyak jagung dan tepung terigu, aduk rata, tambahkan soda kue, kayumanis bubuk, kelapa parut dan kismis, aduk rata. Tambahkan potongan mangga, aduk rata. 3. Tuangkan kedalam loyang, taburi almond iris dan panggang selama 45 menitatau hingga matang, angkat. 4. Potong-potong dan sajikan. Untuk : 16 potong
1. Siapkan loyang bongkar pasangukuran 22 cm, alasi kertas roti, olesi mentega dan taburi tepung terigu, panaskan oven dengan temperature 180 derajat Celcius. 2. Cokelat masak, gula pasir dan mentega taruh dalam wadah dan lumerkan, aduk rata, angkat dan hilangkan uap panasnya. Tambahkan vanilla essens, aduk rata. uning telur kocok lembut dan tuangkan kedalam adonan cokelat, aduk rata. 3. Masukkan tepung terigu, aduk rata. Putih telur kocok hingga mengembang dan kaku, campurkan kedalam adonan cokelat, aduk rata, tuangkan kedalam loyang. Panggang selama 45 menit hingga matang, angkat. 4. Taburi gula bubuk, potong dan sajikan sebagai sajian minum teh atau kopi.
1. Panaskan oven dengan temperature 180 derajat Celcius, siapkan loyang bentuk cincin ukuran 24 cm, olesi dengan margarine dan taburi tepung terigu, sisihkan. 2. Kocok margarin dan gula pasir hingga lembut, masukkan vanili bubuk dan kuning telur bertahap dan terus kocok hingga rata. Masukkan tepung terigu dan baking powder, aduk rata. 3. Tambahkan putih telur yang telah dikocok kaku, aduk rata. 4. Adonan cokelat : ambil 1/4 adonan beri cokelat bubuk dan pasta cokelat, aduk rata. 5. Tuangkan 1/2 bagian adonan putih ke loyang, tuangkan adonan 1/2 bagian adonan cokelat dan taburi dengan 3 sdm cokelat meyses, aduk-aduk buat pola marmer, tuangkan sisa adonan putih dan adonan cokelat, taburi meyses dan bentuk pola marmer. 6. Panggang selama 45 menit hingga matang, angkat. Sajikan sebagai pelengkap minum teh atau kopi.
10 kuning telur 6 putih telur 175 gram gula pasir 1/2 sdt cake emulsifier/tbm/sp/ovalet 150 gram tepung terigu 100 gram margarin, lelehkan pasta moka secukupnya vanilla nougat : 250 gram cokelat oles roti 150 gram krim bubuk campur dengan 200 ml susu dingin, kocok 300 gram enting kacang, tumbuk kasar Hiasan : enting kacang dan ceri merah
Cara membuat:
1. Siapkan loyang bulat ukuran 22 cm, olesi dengan margarine, taburi tepung terigu, sisihkan. Panaskan oven dengan temperatur 180 derajat Celcius. 2. Kocok telur kuning, putih bersama gula pasir dan cake emulsifier, hingga mengembang dan lembut. 3. Masukkan tepung terigu, aduk rata, tambahkan margarin leleh, aduk rata, tambahkan pasta moka, aduk rata dan tuangkan kedalam loyang dan panggang selama 40 menit hingga matang. 4. Vanilla nougat : campur cokelat oles dengan krim yang telah dikocok, aduk rata. 5. Penyelesaian : potong kue menjadi 3 bagian mendatar, olesi dengan olesan krim, taburi dengan enting kacang, ratakan susun kembali. Hias seluruh permukaan kue dan taburi enting kacang dan ceri merah. Simpan dalam lemari pendingin. Sajikan dingin.
Kelezatan brownies kukus ternyata tidak hanya
berhasil memikat lidah masyarakat luas, makanan ini ternyata juga memberikan
sejarah penting bagi Hj. Sumiwiludjeng dan suaminya H. Sjukur Bc.AP dalam
mengawali kisah suksesnya menjalankan bisnis rumahan. Tentu Anda sudah tidak asing lagi bila
mendengar produk brownies kukus dengan merek
“Amanda”. Produk yang dulu dikenal sebagai oleh-oleh khas Bandung ini, sekarang
gerai dan tokonya sudah bisa diperoleh di kota-kota besar lainnya seperti
Yogyakarta, Surabaya dan Medan. Namun siapa sangka bila kesuksesan Amanda yang
kini telah berhasil membuka gerai di berbagai kota sampai memiliki pabrik kue, berasal dari bisnis rumahan
yang dulunya hanya dikerjakan Sumi dan dibantu anggota keluarganya. Mengawali bisnis sesuai dengan minat dan
bakat, memang merupakan alternatif tepat untuk bisa sukses menjalankan sebuah
bisnis. Bermodalkan kemampuan memasak yang didapatkan Sumi ketika mengenyam
Pendidikan Kesejahteraan dan Keluarga di IKIP Jakarta, Ia menjalankan bisnis katering
rumahan dengan menerima pesanan kue dan makanan untuk acara-acara tertentu. Di akhir tahun 1999 Sumi mencoba resep
kue bolu kukus yang didapatkan dari salah seorang saudaranya. Ia mencoba resep
tersebut hingga berulang-ulang, sampai akhirnya menemukan takaran yang pas
untuk bolu kukus tersebut. Dibantu oleh putra sulungnya Joko Ervianto beserta
istrinya (Atin), Sumi menawarkan bolu kukus cokelat tersebut sebagai salah satu
menu di katering mereka. Berkat kelezatan dan cita rasa bolu kukus cokelat yang
unik, produk tersebut dengan mudahnya diminati para konsumen. Melihat permintaan pasar akan produk tersebut
sangatlah bagus, pada tahun 2000 keluarga Sumi memutuskan untuk membuka usaha
brownies kukus dengan menggunakan merek Amanda.
Nama tersebut merupakan singkatan dari Anak Mantu
Damai, yang artinya mengharapkan anak dan menantu bisa selalu hidup
rukun dan damai. Langkah Awal memasarkan brownies kukus Amanda
ternyata tidak semulus yang dibayangkan Sumi beserta anak dan mantunya, kios
usaha yang dibuka di komplek pertokoan Metro Bandung harus tergusur setelah
pertokoan tersebut terbakar. Hingga akhirnya mereka memindah usaha kue tersebut
dengan menyewa tempat di kawasan Jl. Tata Surya Bandung. Cobaan tersebut tidak
menyurutkan tekad mereka untuk tetap menjalankan bisnis brownies kukus, dengan lokasi usaha yang baru mereka juga
merasa tertantang untuk bisa mendapatkan pelanggan baru. Merintis usaha kembali di tempat baru,
ternyata memberikan keuntungan tersendiri bagi Amanda. Tak sulit bagi mereka
untuk mendapatkan konsumen baru, bahkan minat konsumen semakin meningkat
setelah mereka pindah di lokasi baru. Brownies yang diproduksi setiap harinya
selalu habis dibeli konsumen, dan tak jarang banyak konsumen yang harus kecewa
karena brownies kukus yang ingin dibelinya sudah habis terjual. Seiring dengan permintaan pasar yang semakin
tinggi, membuat tempat usaha yang mereka tempati sudah tidak memenuhi kapasitas
produksi. Tahun 2002 Sumi dan keluarganya berpindah lagi ke lokasi usaha baru
di Jl. Rancabolang Bandung. Mengulangi kesuksesan di tahun sebelumnya, dari
lokasi yang baru kesuksesan brownies kukus Amanda menunjukan kemajuan yang luar
biasa. Lokasi yang strategis dan didukung dengan cita rasa brownies kukus yang
lezat, mengantarkan bisnis yang dulunya hanya dikerjakan di rumah kini menjadi
industri kue yang sangat sukses. Dan pada tahun 2004, merek brownies kukus
Amanda resmi dipatenkan menjadi brand produk kue buatan Sumi dan keluarganya. Dibantu para menantu dan ketiga putranya Joko
Ervianto, Andi Darmansyah, dan Sugeng Cahyono, kini brownies kukus Amanda sudah
memiliki puluhan cabang yang tersebar di berbagai kota. Dengan menawarkan lebih
dari dua puluh varian produk, saat ini penjualan
produk Amanda bisa mencapai ribuan kotak untuk setiap harinya di
masing-masing cabang. Anda bisa bayangkan bukan, berapa besar keuntungan yang
diperoleh keluarga Sumi setiap bulannya? Semoga artikel bisa memberikan
inspirasi bisnis bagi para pembaca. Ketekunan, tekad dan kerjasama yang
dimiliki keluarga Hj. Sumiwiludjeng berhasil mengantarkan bisnis rumahan
menjadi industri besar, serta mewujudkan impian Sumi untuk selalu membuat anak
dan mantunya bisa hidup rukun menjalankan usaha bersama. Oleh karena itu, yakinkan diri Anda bahwa
setiap orang memiliki peluang sukses yang sama besar. Andapun juga bisa sukses
bila Anda memiliki tekad besar dan berusaha fokus untuk menekuninya. Selamat
berkarya dan salam sukses. Sumber : http://bisnisukm.com/brownies-kukus-kisah-sukses-bisnis-rumahan.html
Kisah
Sukses Maulin’s Brownies Panggang
Tidak sedikit orang yang memiliki keahlian dalam membuat kue. Tapi hanya
sedikit yang bisa menggunakan keahlian membuat kue untuk membuka usaha bisnis
pembuatan dan penjualan kue. Diantara yang sedikit itu misalnya wirausahawan
yang bernama Adi Sunyoto, pemilik Maulin’s Brownies di Bekasi. Berikut adalah
kisah wirausahawan ini saat memulai dan kini mengembangkan bisnis kue dengan
brand Maulin’s Brownies.
BROWNIES PANGGANG DENGAN CITA RASA GURIH
Bisnis kue dengan resep khas olahan rumahan bisa dilakukan siapa saja. Namun
tak semua usaha kue bisa populer, bahkan sukses menjaring pelanggan setia tanpa
biaya promosi tinggi. Maulin's Brownies membuktikan, cita rasa yang konsisten
dan kualitas terjaga lebih dari 10 tahun berhasil melambungkan namanya.
Sejak 1998, brownies panggang dengan resep khas dari Semarang ini mulai
diproduksi di Bekasi. Adi Sunyoto, pemilik Maulin's Brownies, mengaku awalnya
menjual kuenya kepada rekanan di kantor. Jika dulu ia hanya membuat 4 kotak
brownies, kini produksinya mencapai 1.000 kardus kue per harinya.
"Sejak krisis moneter 1998, beragam usaha dilakukan hingga akhirnya kakak
tertua di Semarang mengusulkan usaha kue yang memang sudah dijalaninya di sana.
Ide usaha ini mulai dipraktekkan di rumah, melihat saat itu di Jakarta sendiri
memang belum ada usaha brownies," papar Adi.
Bermodalkan Rp 100.000 untuk membeli bahan baku seperti tepung, gula, cokelat,
dan dengan alat masak rumahan ala kadarnya, brownies panggang mulai diproduksi
dalam tahap uji coba. "Perlu waktu 3 hari untuk menemukan takaran brownies
panggang yang pas. Sebelum dikenalkan kepada orang lain, kami harus yakin bahwa
kue ini enak dan menjual," ujar Adi.
Adi saat itu dibantu sang istri, Nur Arifiasih, untuk menjual brownies di
kantornya, sebuah bank di Jakarta. Kerjasama suami istri dalam membangun bisnis
ini mulai membuahkan hasil. Brownies bermerek Maulin, yang diambil dari nama
anak perempuan mereka satu-satunya, berhasil menarik minat meski masih perlu
pengembangan produk. "Selera di Jakarta beda dengan selera Semarang yang
cenderung manis. Permintaan pasar umumnya menginginkan brownies dengan rasa
lebih gurih dan tak telalu manis," kata Adi, yang mengaku bahwa bersikap
terbuka dengan masukan dari pembeli membuat usaha kuenya semakin berkembang.
Kebutuhan pasar menjadi ukuran utama bisnis brownies dalam mencari takaran yang
tepat untuk cita rasanya. Resep asli dari Semarang disesuaikan dengan karakter
pasar berdasarkan lokasi. Cara memasak, termasuk ukuran panas api dalam
panggangan, juga menentukan cita rasa kue khas Maulin. Dengan cara ini,
Maulin's Brownies menarik semakin banyak penggemar. Pesanan bertambah dengan
rata-rata hingga 50 kardus setiap hari selama dua tahun pengembangan produk.
Kapasitas produksi rumahan yang terus bertambah membuat pemilik usaha menyewa
toko. Tempat produksi dipindahkan ke tempat yang lebih luas, dengan penambahan
empat koki dan 10 karyawan. "Manajemen dan keuangan lebih teratur karena
produksi sudah mulai berkembang sejak tahun 2000," ujar Adi.
Modifikasi produk setiap tahun
Selain mengembangkan jumlah produksi dan karyawannya, Adi juga terus berusaha
meningkatkan kualitas dan variasi produknya. Ia bahkan tak sungkan membiayai
sekolah kokinya untuk belajar lebih dalam tentang pembuatan kue. "Koki
sebagai kunci bagian produksi perlu belajar lebih banyak untuk pengembangan
produk. Mereka difasilitasi untuk belajar di sentra kue seperti Bandung atau
Yogyakarta," kata Adi. Bekal ilmu inilah yang kemudian membuat Maulin's
Brownies memiliki variasi produk yang tak kalah populer. Pengembangan produk
terus dilakukan sejak 2005, dengan mengadaptasi dan modifikasi produk sesuai
potensi pasar Maulin.
Brownies Kukus Maulin misalkan, produk ini dikembangkan saat brownies kukus
sedang dalam masa jaya pada 2005. Bandung merupakan pusat produsen brownies
kukus dimana Maulin mempelajari proses pembuatannya, untuk kemudian memproduksi
sendiri sesuai selera pasarnya.
Pengembangan kue lain di Maulin di antaranya Lapis Surabaya, Pisang Molen, Bika
Ambon, Roll Cake, Black Forrest, bahkan brownies dengan varian rasa buah. Semua
jenis kue ini dimasak tanpa pengawet. Untuk brownies panggang daya tahannya
bisa mencapai seminggu, sedangkan brownies kukus tiga hari. Kue produksi Maulin
ditawarkan dengan harga mulai Rp 10.000 - Rp 36.000, dan mulai Rp 55.000 - Rp
200.000 untuk Black Forrest. Variasi kue ini dijual di lima toko cabang di
kawasan Bekasi dan Jakarta Timur, termasuk toko dari 15 mitra kerja. Total
omzet Maulin's Brownies mencapai lebih dari Rp 300 juta per bulan.
Diberi asuransi
Merekrut tenaga ahli dalam produksi, marketing, komputerisasi keuangan, dan
bekerja sesuai porsi, menjadi kunci keberhasilan lain usaha rumahan ini. Saat
ini total koki berjumlah lima orang dengan total karyawan 40 orang. Tenaga ahli
pun diapresiasi tinggi. Setiap karyawan diberi asuransi kecelakaan kerja dan
kesehatan. Bahkan beberapa rumah di kawasan pemukiman yang menjadi tempat
produksi pun mendapat asuransi. "Produksi kue seperti ini jelas punya
risiko. Asuransi menjadi proteksi yang harus diberikan untuk perlindungan. Ke
depan memang harus segera pindah lokasi produksinya," papar Adi, yang
berencana membangun rumah produksi tak jauh dari toko yang sudah menjadi hak
milik tersebut.
Brownies Maulin menjadi contoh bagaimana kualitas mampu menjual produk tanpa
perlu promosi tinggi. Kebanyakan pembeli bahkan tak segan datang ke toko utama
di Taman Narogong Indah, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi.
"Toko utama memberikan kontribusi 60 persen dari penjualan. Meskipun tanpa
papan nama dan promosi, orang tetap datang," kata Adi.
Layanan antar untuk pemesanan minimal 15 kardus juga tersedia, tanpa dipungut
biaya. Pelayanan memang menjadi nilai jual sekaligus promosi gratis yang
menyenangkan pelanggan.
Sumber : http://www.bunyu-online.com/2010/11/bisnis-kue-brownies-panggang.html
Kisah
Sukses Brownies Singkong
Para penikmat kue tentu sudah mengenal
baik brownies, yaitu cake coklat yang bantat atau kenyal, berasa manis dan
legit. Makanan ini sempat menjadi santapan terkenal lantaran ada beragam model
pengolahannya. Mulai dari
brownies oven sampai kukus.
Biasanya, brownies memakai bahan baku
tepung terigu. Tapi saat harga terigu terus naik seperti sekarang, mulai ada
usaha menggunakan tepung singkong sebagai bahan baku utama. Bentuk dan rasanya
memang sekilas tak berbeda. Sebagian orang bilang, rasanya beda tipis alias mirip
sekali dengan brownies terigu. Tapi, biaya pembuatannya jauh lebih irit.
Salah satu yang pengusaha yang telah
mencoba peruntungan brownies singkong adalah Sri Murtiningsih. Sejak Januari
lalu, ia membikin brownies berbahan singkong. Sebelumnya, Sri telah melakukan
uji coba hampir selama tiga tahun sebelum mendapatkan formula yang pas.
"Dulu, saya coba bikin kue itu hanya sekedar untuk pameran," ungkap
pemilik Hanah Cake yang berlokasi di Pancoran Mas, Depok.
Boleh dibilang, walau belum lama
menggarap brownies dari tepung singkong, namun permintaan pasar sungguh
menjanjikan. Buktinya, Sri sering kewalahan memenuhi permintaan. "Mungkin
karena bahannya dari singkong, orang jadi penasaran dan ingin mencoba
rasanya," ungkapnya.
Sri membuat brownies dalam dua bentuk.
Pertama, brownies mungil yang ia lego seharga Rp 1.300 per potong. Kedua,
brownies dalam boks atau kotak seharga Rp 17.000 hingga Rp 68.000 per kotak.
"Yang beli boks kebanyakan kalangan menengah ke atas," ungkapnya.
Setiap hari, Sri mampu menjual brownies
singkongnya ke sejumlah toko di kawasan Depok dan Jakarta. Ada yang dijual
dengan sistem "titip" lewat pendagang atau warung. "Saya biasa
titip ke warung-warung dan koperasi mahasiswa UI," imbuhnya. Jenis
brownies yang ia titipkan biasanya berupa potongan-potongan kecil.
Selain itu, Sri juga melayani pesanan.
Datangnya memang tak menentu. Bisa saja, bulan-bulan tertentu ramai sekali.
Tapi, kadang, satu bulan penuh tak ada pesanan masuk.
Cara membuat brownies singkong pun cukup mudah.
Pertama iris dan panggang adonan coklat dan mentega. Selanjutnya aduk-aduk
hingga meleleh. Kemudian campurkan coklat blok, mentega, butter, 200 gram telur
ayam (tiga butir), gula kurang lebih 125 gram. "Dicampur susu supaya
rasanya lebih enak dan empuk," kata Sri Murtiningsih, pembuat brownies
singkong.
Setelah adonan selesai baru dibuat brownies. Adonan dicampur dengan mixer.
Kemudian masukkan tepungnya kedalam adonan dan kocok kembali sampai rata.
Setelah itu masukkan ke oven dan tunggu 45 menit hingga adonan matang. Setelah
itu parutkan keju panggang. Baru setelah itu dipacking dan dilabel.
Ingin membangun merek
Sri sebenarnya bukan pemain baru di bisnis kue. Sejak 1993, ia sudah bergelut
di bisnis ini. Awalnya, ia hanya bermodal Rp 25.000 untuk membuat cake,
brownies dan cookies. "Pertama kali itu, saya jual sendiri ke stasiun
Depok," kenangnya.
Selanjutnya, usaha Sri terus
berkembang, walau pernah jatuh bangun juga. "Kadang omset penjualan kecil,
sering juga hasilnya lumayan besar. Tapi, menjelang kenaikan bahan bakar (BBM)
kemarin, omset turun lagi," ungkapnya sembari mengelak menyebutkan nominal
omset usaha saat ini.
Dalam sebulan, Sri bertutur bisa
membuat 500 kue jenis brownies, cake, dan cookies. Itu masih ditambah pesanan
dengan rata-rata satu hingga tiga pesanan per bulan. "Kalau pesanan tidak
bisa dirata-rata jumlahnya," jelasnya. Dari usaha ini, setiap bulan, Sri
bisa mengantungi keuntungan bersih lebih dari Rp 2 juta.
Jika brownies sudah menggunakan tepung
singkong, untuk membuat Cake dan Cookies, Sri masih menggunakan terigu sebagai
bahan baku. "Perlahan, saya akan terus uji coba agar bisa diganti dengan
tepung singkong semuanya," ungkap wanita berjilbab ini.
Bagi Sri, langkah memakai bahan baku
tepung singkong ini antara lain untuk menekan ongkos produksi yang semakin
mahal. "Tepung singkong di pasaran Rp 5.000 per kilogram, sedangkan terigu
minimal Rp 8.000 per kilogram," jelasnya.
Sri melihat peluang dengan menggarap
serius brownies dari singkong ini. Namun saat ini, ia masih ingin memantapkan
formula sekaligus memperkenalkan secara luas produk ini ke masyarakat.
"Saya promosi dengan ikut bazar, pameran dan menyebarkan brosur. Semoga
itu bisa meningkatkan pesanan," ungkap Sri.
Sri bilang, ingin membangun merek
sebagai pioner pembuat kue berbahan tepung singkong. Ia yakin, bisnis ini masih
cerah lantaran belum banyak pesaing. Sayang, Sri masih terbentur dengan
permodalan.
Sri bilang, sebagai pelaku usaha kecil,
ia harus pintar-pintar menyiasati keadaan. Ia berharap ada pihak yang peduli
mengangkat usaha yang cukup prospektif ini. "Semoga pemerintah peduli.
Syukur-syukur ada yang mau menanamkan investasi dengan menjadi bapak angkat
usaha ini," harapnya.
Sumber : http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/usaha-kecil-dan-menengah/42147-brownies-singkong-usaha-rumahan-modal-minim-omzet-jutaan.html